JEMAAT BERKEMENANGAN,
PERCAYA MUJIZAT,
HIDUP BERKELIMPAHAN
Click here to see list of other articles.

Keluarga Allah

1 Timotius 3:15: “ supaya kalau saya terlambat, engkau sudah tahu bagaimana kita harus hidup sebagai keluarga Allah, yakni jemaat Allah yang hidup. Jemaat inilah yang merupakan tiang penegak dan pendukung ajaran yang benar dari Allah”.

Surat Rasul Paulus kepada Timotius dalam 1 Tim3:1-16 dan 1Tim 5: 1-3 adalah gambaran suatu tata cara hidup tubuh Kristus. Intinya gambaran sebagaimana anggota jemaat itu bereaksi satu dengan yang lain. Dikatakan bagaimana tanggung jawab dan cara hidup dari seorang pemimpin, seorang suami, seorang istri, orang muda, orang tua dan bahkan janda-janda. Jadi, dalam sebuah gereja itu layaknya seperti sebuah keluarga besar juga dimana setiap anggota-anggota di dalamnya mempunyai tanggung jawab dan guidance untuk bertingkah laku.

Dalam 1 Timotius 3:15, dikatakan: “ supaya kalau saya terlambat, engkau sudah tahu bagaimana kita harus hidup sebagai keluarga Allah, yakni jemaat Allah yang hidup. Jemaat inilah yang merupakan tiang penegak dan pendukung ajaran yang benar dari Allah”. Bukankah itu adalah pernyataan yang benar karena keluarga yang baik adalah keluarga yang di dalamnya terdapat kehidupan yang didasarkan oleh cinta, saling menopang dan berbagi dan hidup dalam kejujuran? Bukankah hal demikian juga adalah ciri-ciri yang terdapat dalam pribadi Kristus itu sendiri?

Dalam keluarga Allah kita telah dipersatukan oleh kepercayaan kita terhadap Yesus Kristus dan kita semuanya telah dibaptis menjadi satu roh dan diberi minum dari satu Roh tersebut. (1Kor12:13). Kedekatan kita dibina dari hubungan antara sesama kita dalam bergereja dan dengan menghadiri persekutan-persekutan seperti cell group, kebaktian umum , tamasya atau picnic bersama, ulang tahun, dan sebagainya. Oleh karena itu sangatlah penting bagi kita untuk ikut serta dalam kegiatan bergereja untuk membangun hubungan kekeluargaan kita. Dengan dekatnya hubungan, komunikasi menjadi lancar, dan terbina sebuah support system dalam gereja layaknya seperti sebuah keluarga.

Beberapa factor yang membedakan kita sebagai sebuah keluarga dimana Kristus adalah sebagai Kepala keluarganya ialah:

1.Mempunyai Roh Tuhan di dalam kehidupan berjemaat
Roma 8:9: Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, jika memang Roh Allah diam di dalam kamu. Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus.

2.Kehidupan Yesus adalah panutan dalam kehidupan berjemaat
1 Yohanes 2:6 : “Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup”

Jadi, gereja bukanlah perkumpulan dari orang-orang yang hanya menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamat dan menerima segala ajaran tentang Kristus saja, tetapi melainkan memiliki Roh Tuhan dan mencintai sesamanya. Fungsi dari Roh Tuhan dalam pentingnya hidup berkeluarga adalah sebagai berikut : Yesaya 61:1-3: Roh Tuhan ALLAH ada padaku, oleh karena TUHAN telah mengurapi aku; Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara, untuk memberitakan tahun rahmat TUHAN dan hari pembalasan Allah kita, untuk menghibur semua orang berkabung, untuk mengaruniakan kepada mereka perhiasan kepala ganti abu, minyak untuk pesta ganti kain kabung, nyanyian puji-pujian ganti semangat yang pudar, supaya orang menyebutkan mereka "pohon tarbantin kebenaran", "tanaman TUHAN" untuk memperlihatkan keagungan-Nya.

Dengan adanya Roh Tuhan dalam hidup bergereja, otomatis kita bisa melakukan hal yang terdapat dalam Yesaya 61-:1-3 dan hal itu hendaklah terdapat dalam anggota keluarga Allah. Roh Tuhan janganlah dimatikan untuk kepentingan sendiri, tetapi Roh Tuhan ada yang pada kita dipakai untuk kemuliaan Tuhan. Dengan adanya Roh Tuhan juga dalam pribadi masing-masing, gereja itu bisa menjadi sebuah keluarga yang bisa menyediakan support system yang bergerak dalam kebenaran, satu visi dan misi.
Memang tidak gampang untuk membina keluarga, di perlukan beberapa sifat berikut dari masing-masing anggota:
1.Tidak saling menghakimi
Matius 7: 1-2: “ Janganlah kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi”
Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakim, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.
2.Tidak memandang rendah sesama
Roma 15: 7: “Sebab itu terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita, untuk kemuliaan Allah.”
3.Mengasihi sesama anggota
Yohanes13:34 : “Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi”
4.Saling mengampuni
Kolose 3:13: “Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian.”
5.Berusaha hidup damai dan kudus
Ibrani 12: 14: “Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan.”
6.Mendekatkan diri kepada Allah untuk mencegah adanya akar pahit dalam hati
Ibrani 12: 15 : “Jagalah supaya jangan ada seorangpun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang”

Oleh karena itu, marilah kita bersama-sama berusaha membina keluarga Allah dalam kehidupan bergereja. Biarlah juga keluarga itu menjadi keluarga yang hidup berdasarkan kebenaran Firman Tuhan dan menjadi menjadi terang dan berkat bagi sekelilingnya.


Recent Articles: - Keluarga Allah   - Lord, I Give It Up to You   - Malaikat-Malaikat Dalam Alkitab   - Bertobat, Dibaptis dan Menerima Karunia   - Surat-Surat Kepada Ke-Tujuh Jemaat   - Kehidupan Berjemaat Yang Harmonis   - God Will Restore   Full List


Copyright 2008 - 2011 JKI Miracle Center - RG Ministry - Banner Maniac